Puji
syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nyalah sehingga
penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
MAKALAH
ini merupakan salah satu tugas kelompok dari materi sejarah fisika. Selesainya
penyusunan makalah ini berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada yang terhormat :
- ROMLI SHODIKIN, M.Pd selaku Dosen
Pengampu Mata Kuliah Sejarah Fisika yang telah meluangkan waktu, tenaga
dan pikiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka
penyelesaian penyusunan makalah ini.
- Rekan-rekan semua di Kelas
Pendidikan Fisika B FKIP UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG.
Serta
kerabat-kerabat dekat dan rekan-rekan seperjuangan yang penulis banggakan. Semoga
Allah SWT, memberikan balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada
penulis. Seperti kata pepatah, “Tak Ada Gading yang Tak Retak”, makalah ini
juga masih sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat
penulis harapkan agar dapat memacu penulis untuk membuat tulisan yang jauh
lebih baik pada tulisan-tulisan yang akan datang. Semoga pembaca dapat menimati
dan mengambil hikmah dari makalah ini. Selamat membaca!
MALANG,
12 APRIL 2013
PENULIS
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ............................... 1
DAFTAR ISI ............................................ 2
BAB I PENDAHULUAN
I.1
Latar belakang .............................. 3
I.2 Rumusan
masalah ......................... 4
I.3 Tujuan
..........................................4
BAB II PEMBAHASAN
II.1
Perkembangan mekanika klasik ....... 5
II.2 Perkembangan
mekanika modern .....14
BAB III PENUTUP
III.1
Kesimpulan ................................... 16
III.2
Saran ........................................... 16
DAFTAR PUSTAKA
.....................................17
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Mekanika
merupakan cabang ilmu fisika tertua yang berhubungan dengan materi (benda),
yaitu ilmu yang mempelajari gerak benda, baik benda yang diam (statika) maupun
benda yang bergerak (kinematika dan dinamika). Kinematika merupakan ilmu
fisika yang mempelajari gerak suatu benda tanpa memperhatikan penyebab gerak
benda tersebut, sedangkam dinamika merupakan ilmu fisika yang mempelajari gerak
suatu benda dengan memperhatikan atau memperhitungkan penyebab gerak benda
tersebut.
Masalah
mekanika merupakan hal yang cukup penting dalam perkembangan ilmu fisika untuk
kita pelajari karena masalah mekanika sangat erat kaitannya dengan peristiwa
yang tejadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui bahwa
fisika merupakan ilmu yang mempelajari gejala alam yang dapat diamati dan
diukur, dan kasus mekanika merupakan salah satu gejala alam yang dapat diamati
dan diukur.
Dalam
perkembangannya, mekanika dibagi dalam menjadi dua yaitu mekanika klasik dan
mekanika kuantum. Mekanika klasik dititik beratkan pada benda-benda yang bergerak
dengan kecepatan jauh dibawah kecepatan cahaya, sedangkan mekanika
kuantum dititik beratkan pada benda-benda yang bergerak mendekati kecepatan
cahaya.
Berdasarkan
alasan di atas maka kita perlu mengetahui sejarah perkembangan mekanika tiap
periodisasi sejarah fisika.
I.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah
perkembangan mekanika pada tiap periode ?
2. Siapa
saja tokoh yang
berpengaruh
pada
perkembangan mekanika tersebut ?
I.3 TUJUAN
1. Mengetahui
perkembangan ilmu mekanika pada tiap periodenya.
BAB
II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN
MEKANIKA KLASIK
Perkembangan
mekanika klasik didasarkan pada perkembangan sejarah fisika, yaitu :
Periode
I ( Pra Sains ... sampai dengan 1550 M )
1.
Aristoteles ( 384-332 SM )
Aristoteles
dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Ayahnya seorang ahli fisika
kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di
Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato
meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di
bidang biologi dan "pengetahuan praktis".
Aristoteles
membedakan dua jenis gerak yaitu gerak alamiah (pure motion) dan gerak paksa
(violent motion). Menurutnya tiap unsur memiliki “tempat alamiah” di alam
semesta ini seperti di pusat bumi yang dikelilingi oleh air udara dan
api. Dengan cara serupa, tiap unsur memiliki suatu gerak alamiah untuk bergerak
kearah tempat alamiahnya jika ia tidak ada di sana. Umumnya, bumi dan air
memiliki sifat berat, yaitu cenderung bergerak ke bawah, sementara udara dan
api memiliki sifat levitasi, yaitu cenderung bergerak ke atas. Gerak alamiah
ether adalah melingkar, dan ether selalu dalam tempat alamiahnya.
Gerak
paksa disebabkan oleh gaya luar yang dikenakan dan boleh ke sembarang arah.
Gerak tersebut akan berhenti segera setelah gaya dihilangkan. Salah satu
kekurangan dinamika Aristoteles adalah bahwa kecepatan sebuah benda akan
menjadi tak hingga jika tak ada resistansi terhadap geraknya. Adalah sukar
sekali bagi para penganut aliran Aristoteles (Aristotelian) untuk
membayangkan gerak tanpa resistansi. Memang, kenyataan bahwa gerak seperti itu
akan menjadi cepat secara tak terhingga jika tak ada gesekan dengannya seperti
seperti benda yang bergerak di ruang kosong.
Teori
Aristoteles bahwa gerak paksa membutuhkan suatu gaya yang bekerja secara
kontinyu ternyata bisa disangkal dengan memandang gerak proyektil. Aristoteles
mencontohkan pada sebuah anak panah yang ditembakkan dari sebuah busur akan
tetap bergerak untuk beberapa jarak meskipun jelas-jelas tidak selamanya
didorong. busur entah bagaimana memberi suatu “daya gerak” kepada udara, yang
kemudian mempertahankan anak panah tetap bergerak. Penjelasan ini sangat tidak
meyakinkan, dan masalah gerak peluru terus berlanjut hinga membuat kesal para
Aristotelian selama berabad-abad.
2. Archimedes
(287-212 SM)
Archimedes
ilmuwan Yunani abad ke-3 SM. Archimedes adalah seorang arsitokrat. Archimedes
adalah anak astronom Pheidias yang lahir di Syracuse, koloni Yunani yang
sekarang dikenal dengan nama Sisilia. Membicarakan Archimedes tidaklah lengkap
tanpa kisah insiden penemuannya saat dia mandi. Saat itu dia menemukan bahwa hilangnya berat tubuh sama dengan
berat air yang dipindahkan.
Cabang
lain mekanika adalah statika. Ia
merupakan studi benda-benda diam karena kombinasi berbagai gaya. Perintis
bidang ini adalah Archimedes..” Archimedes adalah orang yang mendasarkan
penemuannya dengan eksperiman. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.
3.
Eratoshenes (273 – 192 SM)
Eratoshenes
melakukan penghitungan diameter bumi pada tahun 230 SM. Dia menengarai bahwa
kota Syene di Mesir terletak di equator, dimana matahari bersinar vertikal
tepat di atas sumur pada hari pertama musim panas. Eratoshenes mengamati
fenomena ini tidak dari rumahnya, dia menyimpulkan bahwa matahari tidak akan
pernah mencapai zenith di atas rumahnya di Alexandria yang berjarak 7° dari
Syene. Jarak Alexandria dan Syene adalah 7/360 atau 1/50 dari lingkaran bumi
yang dianggap lingkaran penuh adalah 360°. Jarak antara Syene sampai Alexandria
+/- 5000 stade. Dengan dasar itu dibut prakiraan bahwa diameter bumi
berkisar: 50x5000 stade = 25.000stade = 42.000Km.
Pengukuran
tentang diameter bumi diketahui adalah 40.000 km. Ternyata, astronomer jaman
kuno juga tidak kalah cerdasnya, dengan deviasi kurang dari 5%.
Periode
II ( Awal Sains 1550-1800 M )
1. Galileo
( 1564 M - 1642 M)
Pada
Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang
benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat
filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba
dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan
bahwa Aristoteles keliru.
Yang
benar adalah, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama
kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
Galileo
melakukan eksperimen ini di menara Pisa (Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan
percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya tanpa sadar). Pada satu
sisi benda ringan akan menghambat benda berat dan benda berat akan mempercepat
benda ringan, dan karena itu kombinasi tersebut akan bergerak pada suatu laju
pertengahan. Di lain pihak benda-benda yang dipadu bahkan akan membentuk benda
yang lebih berat, yang karena itu harus bergerak lebih cepat dari pada yang
pertama atau salah satunya.
Mengetahui
hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia
mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti
bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang
dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti
penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting
lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula
matematik.
Sumbangan
besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman (inersia).
Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung
menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang
menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa
anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran,
dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas.
Analisis
Galileo mencapai resolusi akhir dari masalah gerak peluru. Dia juga
memperlihatkan bagaimana komponen-komponen horisontal dan vertikal dari gerak
peluru bergabung menghasilkan lintasan parabolik. Galileo menganggap bahwa
sebuah benda yang menggelinding ke bawah pada suatu bidang miring adalah
dipercepat seragam yaitu, kecepatannya bertambah dengan besar yang sama dalam
tiap interval waktu yang kecil. Dia kemudian menunjukkan bahwa asumsi ini
dapat diuji dengan mengukur jarak yang dilalui, dari pada mencoba mengukur
kecepatan secara langsung.
2. Descartes ( 1596 M – 1661 M )
Rene
Descartes lahir Di desa La Haye tahun 1596, filosof, ilmuwan, matematikus
Perancis yang tersohor abad 17. Waktu mudanya dia sekolah Yesuit, College La
Fleche.
Hukum
Gerak Descartes terdiri atas dua bagian, dan memprediksi hasil dari benturan
antar dua massa:
1.
bila dua benda memiliki massa dan kecepatan yang sama sebelum terjadinya
benturan, maka keduanya akan terpantul karena tumbukkan, dan akan mendapatkan
kecepatan yang sama dengan sebelumnya.
2.
bila dua benda memiliki massa yang sama, maka karena tumbukkan tersebut, benda
yang memiliki massa yang lebih kecil akan terpantul dan menghasilkan kecepatan
yang sama dengan yang memiliki massa yang lebih besar. Sementara, kecepatan
dari benda yang bermassa lebih besar tidak akan berubah.
Descartes
telah memunculkan hukum ini berdasarkan pada perhitungan simetris dan suatu
gagasan bahwa sesuatu harus ditinjau dari proses tumbukkan. Sayangnya, gagasan
Descartes memiliki kekurangan yang sama dengan gagasan Aristoteles yaitu
masalah diskontinuitas. Descartes menerima prinsip Galileo bahwa benda-benda
cenderung untuk bergerak dalam garis lurus, dia beranggapan bahwa tidak pernah
ada sembarang ruang kosong ke dalam mana sebuah benda dapat bergerak. maka
konsekuensinya adalah satu-satunya gerak yang mungkin adalah rotasi dari
suatu kumpulan partikel-partikel.
Descartes mendefinisikan momentum sebagai perkalian
massa dan kecepatan, mv. Ini tidak sepunuhnya
benar kecuali “kecepatan” diperlakukan sebagai sebuah vektor yaitu suatu
besaran yang memiliki arah tertentu di dalam ruang sehingga kecepatan-kecepatan
yang sama dalam arah belawanan akan saling menghilangkan.
3. Torricelli
(1608 M – 1647 M) dan
Evangelista Torricelli (1608-1647), fisikawan Italia kelahiran
Faenza dan belajar di Sapienza College Roma. Ia
menjadi sekretaris Galileo selama 3 bulan sampai Galileo wafat pada
tahun 1641.
Tahun 1642 ia
menjadi profesor matematika diFlorence. Pada tahun 1643 ia menetapkan
tentang tekanan atmosfer dan menemukan alat untuk
mengukurnya, yaitu barometer.
Pada tahun 1643, Torricelli
membuat eksperimen sederhana, yang dinamakan Torricelli Experiment, yaitu ia
menggunakan sebuah tabung kaca kuat dengan panjang kira-kira 1 m dan salah satu
ujungnya tertutup. Dengan menggunakan sarung menghadap ke atas. Dengan
menggunakan corong ia menuangkan raksa dari botol ke dalam tabung sampai penuh.
Kemudian ia menutup ujung terbuka tabung dengan jempolnya, dan segera membaliknya.
Dengan cepat ia melepaskan jempolnya dari ujung tabung dan menaruh tabung
vertikal dalam sebuah bejana berisi raksa. Ia mengamati permukaan raksa dalam
tabung dan berhenti ketika tinggi kolom raksa dalam tabung 76 cm di atas
permukaan raksa dalam bejana. Ruang vakum terperangkap di atas kolam raksa.
4. Otto von
Guericke (
1602 M – 1686 M)
Otto
von Guericke (30 November 1602- 21 Mei 1686) adalah seorang ilmuwan
Jerman, pencipta, dan politikus. Prestasi ilmiah utama nya menjadi penetapan dari
ilmu fisika ruang hampa.Pada 1650 Guericke menemukan pompa
udara. Guericke menerapkan barometer ke ramalan cuaca untuk meteorologi.
Kemudiannya bidang kajianya dipusatkan pada listrik, tetapi sangat
sedikit hasil nya. Ia menemukan generator elektrostatik yang pertama, “
Elektrisiermaschine”.
5.
Blaise Pascal ( 1623 M -1662 M )
Blaise
Pascal (19 Juni 1623- 19Agustus 1662) adalah ilmuwan Perancis Ahli matematik,
ahli ilmu fisika, dan ahli filsafat religius. Dalam bidang fisika, khususnya
mekanika, dia melakukan percobaan dengan cara mengukur beda tinggi
barometer di dasar dan di puncak gunung.
Dari
keterangan-keterangannya itu nantinnya dia mengemukakan prinsip hidrostatik
yang kita kenal dengan Hukum Pascal, yaitu “Jika suatu zat cair dikenakan tekanan,
maka tekanan itu akan merambat ke segala arah sama besar dengan tidak bertambah
atau berkurang kekuatannya”.
6. Isaac Newton
( 1642 M – 1727 M )
Isaac Newton (1642-1727), lahir di
Woolsthrope, Inggris. Dia lahir
di tahun kematian Galileo. Penemuan-penemuan
Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika, pengetahuan sekitar
bergeraknya sesuatu benda didasarkan pada tiga hukum fundamental. Hukum
pertamanya adalah hukum inersia Galileo, Galileo merupakan penemu
pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi
oleh kekuatan luar.
Tentu
saja pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan
yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam
keadaan itu. Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua
dan termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling
utama. Hukum kedua (secara matematik dijabarkan dengan
persamaan F = m.a atau a = F/m) menetapkan bahwa percepatan obyek adalah sama
dengan gaya netto dibagi massa benda.
Hukum
kedua Newton memiliki bentuk sama seperti hukum dinamika Aristoteles, v = kF/R,
dengan dua perbedaan penting. Yang satu adalah bahwa gaya menghasilkan
percepatan dari pada kecepatan, sehingga dalam ketidak hadiran gaya, kecepatan
tetap konstan (hukum pertama). Perbedaan yang lain adalah bahwa hambatan
terhadap gerak adalah disebabkan oleh massa benda itu sendiri, terhadap
medium di mana ia bergerak. hukum ketiganya yang
masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan
fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan) serta yang paling
termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal.
Newton
juga membedakan antara massa dan berat. Massa adalah sifat intrinsik suatu
benda yang mengukur resistansinya terhadap percepatan, sedangkan berat
adalah sesungguhnya suatu gaya, yaitu gaya berat yang bekerja pada sebuah
benda. Jadi berat W sebuah benda adalah W = mag,
di mana ag adalah percepatan karena gravitasi.
Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan
sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari ayunan
pendulum hingga gerak planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari.
Diantara
banyak prestasi Newton, ada satu yang merupakan penemuan terbesar ialah ‘Hukum
Gravitasi’. Pada penemuan ini, Newton menggunakan dengan baik penemuan
penting sebelumnya tentang pergerakan angkasa yang dibuat oleh Kepler dan yang
lainnya. Newton menyadari hukum semacam ini pada pertengahan 1660. Pada masa
kreatif ini, ia menulis hampir satu abad kemudian bahwa,“Saya menarik
kesimpulan bahwa kekuatan yang menjaga planet-planet pada orbitnya pasti
berbanding terbalik sama dengan kuadrat dari jarak mereka dengan pusat dimana
mereka berevolusi”. Diungkapkan sebagai sebuah persamaan di mana F gaya
gravitasi diantara dua benda bermassa m1 dan m2, r adalah
jarak antara pusat-pusatnya, dan G adalah tetapan gravitasi . Gerak sebuah
planet mengelilingi matahari adalah suatu kombinasi gerak garis lurus yang ia
harus miliki jika tak ada gaya yang bekerja kepadanya dan percepatannya karena
gaya gravitasi matahari.
Periode
III ( Fisika Klasik 1800 M -1890 (1900 ) M )
1.
Daniel Bernoulli (1700 M – 1780 M)
Daniel Bernoulli ( 8 Pebruari 1700 – 17 Maret
1782) adalah ilmuwan swiss Ahli matematik. Keahlian matematikanya
untuk diaplikasikan ke mekanika, terutama ilmu mekanika zat cair (fluida) dan
gas. Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam
mekanika fluida yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida,
peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan
penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini sebenarnya merupakan
penyederhanaan dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi
pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah
energi di titik lain pada jalur aliran yang sama.
2.
Leonhard Euler ( 1707 M – 1783 M )
Leonard
Euler lahir tahun 1707 di Basel, Swiss. Dia diterima masuk Universitas Basel
tahun 1720 tatkala umurnya baru mencapai tiga belas tahun. Euler khusus ahli
mendemonstrasikan bagaimana hukum-hukum umum mekanika, yang telah dirumuskan di
abad sebelumnya oleh Isaac Newton, dapat digunakan dalam jenis situasi fisika
tertentu yang terjadi berulang kali. Misalnya, dengan menggunakan hukum Newton
dalam hal gerak cairan, Euler sanggup mengembangkan persamaan hidrodinamika.
Juga, melalui analisa yang cermat tentang kemungkinan gerak dari barang yang
kekar, dan dengan penggunaan prinsip-prinsip Newton. Dan Euler berkemampuan
mengembangkan sejumlah pendapat yang sepenuhnya menentukan gerak dari barang
kekar. Dalam praktek, tentu saja, obyek benda tidak selamanya mesti kekar.
Karena itu, Euler juga membuat sumbangan penting tentang teori elastisitas yang
menjabarkan bagaimana benda padat dapat berubah bentuk lewat penggunaan tenaga
luar.
3. Hamilton
Jika
ditinjau gerak partikel yang terkendala pada suatu permukaan bidang, maka
diperlukan adanya gaya tertentu yakni gaya konstrain yang
berperan mempertahankan kontak antara partikel dengan permukaan bidang. Namun
tak selamanya gaya konstrain yang beraksi terhadap partikel
dapat diketahui. Pendekatan Newtonian memerlukan informasi gaya total yang
beraksi pada partikel. Gaya total ini merupakan keseluruhan gaya yang beraksi
pada partikel, termasuk juga gaya konstrain. Oleh karena itu, jika dalam kondisi
khusus terdapat gaya yang tak dapat diketahui, maka pendekatan Newtonian tak
berlaku. Sehingga diperlukan pendekatan baru dengan meninjau kuantitas fisis
lain yang merupakan karakteristik partikel, misal energi totalnya. Pendekatan
ini dilakukan dengan menggunakan prinsip
Hamilton, dimana persamaan
Lagrange yakni persamaan umum dinamika partikel dapat diturunkan
dari prinsip tersebut.
Prinsip
Hamilton mengatakan, Dari seluruh lintasan yang mungkin bagi sistem
dinamis untuk berpindah dari satu titik ke titik lain dalam interval waktu
spesifik (konsisten dengan sembarang konstrain), lintasan nyata yang diikuti
sistem dinamis adalah lintasan yang meminimumkan integral waktu selisih antara
energi kinetik dengan energi potensial.
4. Joseph-Louis Lagrange (
1736 M – 1813
M )
Persamaan
gerak partikel yang dinyatakan oleh persamaan Lagrange dapat diperoleh dengan
meninjau energi kinetik dan energi potensial partikel tanpa perlu meninjau gaya
yang beraksi pada partikel. Energi kinetik partikel dalam koordinat kartesian
adalah fungsi dari kecepatan, energi potensial partikel yang bergerak dalam
medan gaya konservatif adalah fungsi dari posisi.
Persamaan
Lagrange merupakan persamaan gerak partikel
sebagai fungsi dari koordinat umum, kecepatan umum, dan mungkin waktu.
Waktu berpengaruh dalam persaman Lagrange dikarenakan persamaan
transformasi yang menghubungkan koordinat kartesian dan koordinat umum
mengandung fungsi waktu. Pada dasarnya, persamaan Lagrange ekivalen dengan
persamaan gerak Newton, jika koordinat yang digunakan adalah koordinat
kartesian.
Dalam
mekanika Newtonian, konsep gaya diperlukan sebagai kuantitas fisis yang
berperan dalam aksi terhadap partikel. Dalam dinamika Lagrangian, kuantitas
fisis yang ditinjau adalah energi kinetik dan energi potensial partikel.
Keuntungannya, karena energi adalah besaran skalar, maka energi bersifat
invarian terhadap transformasi koordinat. Dalam kondisi tertentu, tidaklah
mungkin atau sulit menyatakan seluruh gaya yang beraksi terhadap partikel, maka
pendekatan Newtonian menjadi rumit atau bahkan tak mungkin dilakukan.
PERKEMBANGAN MEKANIKA MODERN
a. Mekanika
Kuantum
1.
Pada tahun 1900, Max Planck memperkenalkan ide bahwa energi dapat dibagi-bagi
menjadi beberapa paket atau kuanta. Ide ini secara khusus digunakan untuk
menjelaskan sebaran intensitas radiasi yang dipancarkan oleh bendah hitam
2.
Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan
menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton.
3.
Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen
dengan penggunaan kuantisasi.
4.
Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda.
5.
Mekanika kuantum modern lahir pada tahun 1925, ketika Werner Karl Heisenberg
mengembangkan mekanika matriks dan Erwin Schrodinger menemukan mekanika
gelombang dan persamaan Schrodinger. Schrodinger beberapa kali menunjukkan
bahwa kedua pendekatan tersebut sama. Pada tahun 1927, Heinseberg merumuskan
prinsip ketidakpastiannya dan interpretasi Kopenhagen terbentuk dalam waktu
yang hampir bersamaan.
6.
Tahun 1927, Paul Dirac menggabungkan mekanika kuantum dengan relativitas
khusus. Dia juga menggunakan teori operator, termasuk nota bra-ket yang
berpengaruh.
7.
Pada tahun 1932, Neumann Janos merumuskan dasar matematika yang kuat untuk
mekanika kuantum sebagai teori operator.
8.
Bidang kimia kuantum dibuka oleh Walter Heitler dan Fritz London yang
mempublikasikan penelitian ikatan kovalen dari molekul hidrogen pada tahun
1927. Kimia kuantum beberapa kali dikembangkan oleh pekerja dalam jumlah besar,
termasuk kimiawan Amerika, Linus Pauling.
9.
Berawal pada 1927, percobaan dimulai untuk menggunakan mekanika kuantum ke
dalam bidang di luar partikel satuan yang menghasilkan teori medan kuantum. Pekerja
awal dalam bidang ini termasuk Dirac, Wolfgang Pauli, Victor Weisskopf dan
Pascaul Jordan. Bidang riset area ini dikembangkan dalam formulasi
elektrodinamika kuantum oleh Richard Feynman, Freeman Dyson, Julian Schwinger
dan Tomonaga pada tahun 1940-an. Elektrodinamika kuantum adalah teori kuantum
elektron, proton dan medan elektromagnetik dan berlaku sebagai contoh untuk
teori kuantum berikutnya.
10.
Teori Kromodinamika Kuantum diformulasikan pada awan 1960an. Teori yang kita
kenal sekarang ini diformulasikan oleh Polizter, Gross dan Wilzcek pada tahun
1975. Pengembangan awal oleh Schwinger, Peter Higgs, Goldstone dan
lain-lain..Sheldon Lee Glashow, Steven Wienberg, dan Abdus Salam menunjukkan
secara independen bagaimana gaya nuklir lemah dan elektrodinamika kuantum dapat
digabungkan menjadi satu gaya lemah elektro.
b. Relativitas
Umum
Relativitas
umum diperkenalkan oleh Albert Einstein pada tahun 1916. Teori ini merupakan
penjelasan gravitasi termutakhir dalam fisika modern. Ia menyatukan teori
Einstein sebelumnya dengan hukum gravitasi Newton.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan
mekanika terbagi menjadi beberapa periode diantaranya:
1. Periode
I (Pra Sains sampai dengan 1550 M), tokoh yang berperan
diantaranya Aristoteles ,Archimedes,Eratoshenes.
2. Periode
II ( Awal Sains 1550-1800 M ), tokoh yang berperan diantaranya :
Galileo,Descarte, Evangelista
Torricelli, Otto
von Guericke , Blais pascal, Isaac Newton,
3. Sampai Periode
III ( Fisika Klasik 1800 M -1890 (1900 ) M). tokoh yang berperan
diantaranya : Daniel
Bernoulli, Leonhard Euler, Hamilton , Joseph-Louis Lagrange
Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya
karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi.
Jadi untuk kedepannya kita semua harus banyak
membaca dan mencari rujukan sebanyak banyaknya mengenai materi makalahnya
supaya dapat memaparkan materi lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
bagi temen temen yang pengen download file pdf nya
KLIK DISINI terima kasih :)
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking